Saturday, 15 September 2012

Parquet / Lantai Kayu : Apa Saja Yang Perlu Anda Tahu? (1)



Beberapa waktu yang lalu, sebuah keluarga yang damai di Tangerang bertanya mengenai jenis kayu apa yang baik untuk lantai rumahnya yang baru. Hmm.. Sepertinya, pertanyaan yang sama, pasti sering didengungkan oleh konsumen lainnya yang juga bingung menentukan jenis kayu yang akan digunakan untuk lantai. Nah, supaya tidak terjadi kebingungan lagi, pertanyaan ini akan dikupas tuntas supaya anda tidak ragu-ragu lagi menentukan material apa yang ingin anda gunakan untuk membuat lantai kayu. Yuk, kita mulai. :)

Kami ingin membagikan pengalaman, serta pengetahuan umum mengenai lantai kayu yang biasa di sebut Parkit atau Parquet ini. Berguru dengan produsen besar seperti PT. Sinar Bahtera Mulia di Batam, maupun pabrik parkit yaitu Gracewood dan Ubin Kayu (Terima Kasih Pak atas penjelasannya :) , kami ingin men-share apa yang kami dapat dari guru-guru kami  Pertama-tama, kita harus mengetahui dulu, material apa yang biasa digunakan untuk membuat lantai kayu serta mengenali kelebihan dan kekurangannya. Oke. Apa saja itu? 

Solid Wood Flooring
  •  Jenis ini biasanya ditawarkan dengan harga yang relatif tinggi karena dibuat dari bahan potongan kayu utuh berbentuk lembaran panel. Lantai kayu jenis ini memiliki ketebalan yang lebih dibandingkan lantai Engineered dan Laminated. Ketebalan rata-rata untuk lantai ini antara 1,5 hingga 2,2 cm. Kelebihannya terletak pada tampilan serat kayu yang alami dan memiliki tekstur paling kuat dibandingkan jenis lantai kayu lainnya. Kekurangannya terletak pada tingkat muai susut yang cukup tinggi untuk iklim tropis yang memiliki kelembapan tinggi seperti Indonesia. Meskipun demikian, kayu solid adalah pilihan yang paling diminati karena dapat menimbulkan kesan alami pada rumah yang tidak dapat digantikan oleh material lainnya.
    copyright @ jr-flooring

 Laminated Flooring
  •  Jenis ini sering disebut lantai kayu imitasi, sebab bahan dasar yang digunakan adalah HDF (High Density Fiberboard) dan MDF (Medium Density Fiberboard). Terbuat dari bubur kayu (pulp) yang di press dengan suhu tinggi bersama dengan lem dan dilaminasi dengan paper decor yang bermotif kayu. Jenis bahan ini tidak tahan dengan kelembapan, dan mudah rusak apabila tidak mendapat perawatan yang tepat. 
copyright @ jr-flooring











Engineering Flooring
  • Jenis ini menggunakan bahan dasar kayu asli yang diolah menggunakan teknologi multi layer. Metodenya seperti ini, kayu solid dipotong-potong dengan ketebalan tertentu, kemudian ditumpuk secara bersilang membentuk horizontal dan vertikal. Tumpukan kayu solid tersebut selanjutnya di press agar menjadi padat. Bagian atasnya dilapisi pelindung sehingga membuatnya halus dan kotoran tidak masuk ke sela-sela kayu. Keunggulannya adalah terhindar dari masalah umum seperi penyusutan dan pembengkokan, karena lapisan kayu dipasang searah dengan serat yang berlawanan lapis satu dengan lainnya sehingga muai susut kayu saling mengikat dan menjadi lebih stabil.   
copyright @ jr-flooring











Oke. Kita sudah membahas material yang biasa digunakan untuk membuat lantai kayu, baik berupa kayu Solid, Laminated, atau Engineered, kita juga sudah membahas kelebihan dan kekurangannya masing. Kami sangat selektif dalam memilih produk Parkit yang akan digunakan oleh konsumen kami. Kami memilih produk Parkit dari kayu solid (Solid Wood Flooring) yang diproduksi oleh PT. Sinar Bahtera Mulia karena beberapa keunggulan. Setiap kepingnya, Parkit yang diproduksi PT. SBM, melewati tahap kualifikasi yang ketat, dibawah pengawasan QC yang handal. Hasilnya, parkit terhindar dari resiko kerusakan akibat kesalahan pabrik. Bagaimana pilihan anda?:) Jika anda memutuskan untuk menggunakan kayu solid, ada pula beberapa petunjuk yang perlu anda ketahui. Ini dia :
Tahap Persiapan sebelum Instalasi Dilakukan 
  • Untuk menghindari kerusakan, pasanglah lantai kayu solid pada akhir tahap renovasi/pembangunan rumah.
  • Pastikan suhu ruangan yang ingin dibuat lantai kayu, tetap terjaga antara 22-30oC pada saat pemasangan dan selama minimal 1 minggu sebelumnya.
  • Plesteran lantai harus rata dengan umur minimal 2 minggu, hasil concrete test tidak boleh lebih dari 4%.
  • Sediakan underlayer untuk lantai kayu solid yang memiliki MC tidak lebih dari 12% dan perbedaan MC antara underlayer dengan kayu flooring tidak lebih dari 4%.
  • Lantai kayu solid yang akan dipasang harus dikondisikan di ruangan yang akan dipasang setidaknya 4 hari sebelum proses pemasangan. Nah, untuk pengkondisian ini kayu harus dibuka dari kartonnya dan diletakkan diatas palet.
Persyaratan Untuk Underlayer
Ketentuan Underlayer
Underlayer yang diperlukan untuk proses pemasangan dapat menggunakan multipleks atau papan kalsi. Partikel board dan papan gypsum tidak disarankan sebagai underlayer. Kami selalu merekomendasikan papan kalsi dengan ketebalan 8 milimeter. Jika menggunakan underlayer multipleks gunakanlah multipleks dengan ketebalan minimal 12 milimeter.
Tingkat Kelembaban Underlayer
Tingkat kelembaban dari underlayer seharusnya berada di kisaran 4-12%, jika kelembaban lebih dari itu, proses pemasangan harus ditunda dan carilah sumber dari kelembaban tersebut. Bukalah jendela untuk menambah sirkulasi udara, dan jika diperlukan gunakan pemanas atau alat pengatur kelembaban.
Kondisi underlayer
Untuk menghindari bunyi berdecit ketika kayu flooring di injak, pastikan underlayer tidak bergerak atau bergeser dan pastikan plesteran semen dalam ruangan tersebut rata. Jika plesteran tidak rata, pasanglah foam sebelum underlayer dipasang.

Jika semuanya telah disiapkan, anda sudah bisa mulai memasang lantai kayu diruangan anda. Saran kami seperti ini :
  • Lakukanlah pemasangan pada siang hari. Hal ini untuk membantu proses penyortiran kayu yang akan anda gunakan untuk lantai. Pasanglah parkit yang memiliki serat dan warna yang lebih bagus pada daerah pintu masuk dan pasang parkit yang memiliki serat biasa pada daerah di bawah tempat tidur/lemari.
  • Ukurlah ketinggian atau kemiringan dari bukaan daun pintu, hal ini untuk mencegah tergoresnya parkit dengan daun pintu ketika pintu dibuka.
  • Tentukan arah pemasangan. Parkit sebaiknya dipasang searah dengan panjang ruangan.
  • Untuk ruangan yang memiliki lebar lebih dari 4 meter, berikan nat (ukuran +-1 milimeter) setiap 4 baris parkit. Hal ini untuk menghindari kerusakan ketika parkit memuai.
  • Untuk mencegah parkit tergores/beret, sering-seringlah membersihkan ruangan ketika proses pemasangan. Gunakanlah penyedot debu atau sapu untuk membersihkan lantai kayu yang sedang di pasang. Pastikan juga bagian bawah sepatu anda bersih dari kotoran/benda tajam, termasuk pasir.
  • Sebelum anda memulai melekatkan parkit menggunakan paku tembak, atur tekanan udara dalam kompresor sesuai dengan anjuran pabrik. Pastikan landasan dari alat paku tembak bersih agar tidak menggores parkit. 
  • Sisakan beberapa keping parkit untuk kebutuhan perbaikan di kemudian hari.
  • Taruhlah foam ke seluruh permukaan lantai, lalu isolasi sambungan foam tersebut.
  • Susunlah parkit 2-3 baris sebelum benar-benar dipasang. Gunakanlah parkit yang lebih pendek untuk daerah dekat dengan dinding untuk mengurangi cutting factor.
  • Tentukanlah terlebih dahulu garis awal pemasangan. Gunakan benang untuk menentukan garis awal pemasangan. Ukurlah juga ruangan tersebut. Pastikan ruangan yang akan dipasang siku atau tidak.
  • Berikanlah jarak +- 5 milimeter di sepanjang daerah dinding, hal ini untuk memberikan ruang gerak ketika kayu memuai. Hal ini juga berguna untuk mensiasati dinding yang tidak rata. Lis/skirting akan digunakan untuk menutup jarak tersebut. 
  • Taruhlah parkit pertama pada garis awal pemasangan. Sisi groove menghadap ke dinding dan sisi lidah (tongue) menghadap ke ruangan. Pastikan anda menggunakan parkit yang paling rata untuk baris pertama. Pakulah parkit setiap jarak 20 cm. Pastikan terdapat 2 paku di setiap parkit, meski di parkit yang terpendek sekalipun.
  • Susunlah sambungan panjang parkit berjarak minimal 10 cm dari sambungan parkit pada baris berikutnya. Semakin jauh jarak sambungan maka semakin bagus hasil pemasangan.
  • Parkit pada baris terakhir di pasang sama seperti pada baris pertama. Berikan jarak kurang lebih 5 milimeter sebelum dinding. 
  • Pasanglah Lis/skirting pada akhir pemasangan, dan paku lis tersebut ke dinding, bukan ke parkit.
  • Setelah proses pemasangan, bersihkan ruangan. Pastikan tidak ada paku / kotoran berserakan untuk menghindari goresan. Pasanglah karet pada kaki meja/kursi. 
  • Meskipun telah di oven, parkit bukanlah barang yang sempurna. Walau memiliki kekeringan MC 10%, kayu parkit masih dapat memuai, menyusut atau berubah bentuk dikarenakan kondisi lingkungan barunya.
  • Meskipun setiap keping parkit telah di cek kualitasnya di pabrik dengan Quality Control yang sangat ketat sebelum kayu parkit di packing. Akan tetapi, parkit masih bisa muai, susut, atau cacat pada saat pengangkutan sampai ke ruangan yang akan dipasang. Parkit solid yang tidak begitu bagus akan dipotong/dipasang pada baris terakhir atau di bawah furniture. Kami bertanggung jawab terhadap kayu flooring solid yang tidak sempurna yang lebih dari 5 %.
  • Penggunaan dempul kayu/pewarna diperlukan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil ketika pemasangan.
  • Proses Pemasangan dan kondisi ruangan yang dipasang sangat berpengaruh terhadap parkit solid. kondisi ruangan yang dipasang dan proses pemasangan harus mengikuti standart dari pabrik. Kami tidak bertanggung jawab terhadap parkit yang rusak dikarenakan oleh kesalahan dari proses pemasangan dan kesalahan perawatan.
  • Ketika membeli parkit solid, cutting factor perlu ditambahkan dari luas ruangan sebenarnya. 8% untuk luas ruangan < 50m2 ; 5% untuk luas ruangan > 50m2 ; 10% untuk lis, dan 20% untuk tangga.
Mudah-mudahan informasi ini bisa menjadi solusi dalam memilih parkit untuk rumah anda. Di artikel berikutnya, Kriswood akan membahas bagaimana cara merawat lantai kayu di rumah anda. Tentunya, Kriswood selalu berusaha untuk memberikan informasi yang terpercaya demi mewujudkan rumah impian anda. :) nantikan ya, artikel berikutnya : Merawat Lantai Kayu ; Apa saja yang perlu anda tahu? (2)

3 comments:

  1. nice info..... Thank you... :)

    ReplyDelete
  2. keren banget punya ilmu di share, cari cari artikel tentang parkit lalu baca artikel ini jadi lega, sangat informatif

    ReplyDelete

Please do not hesitate to contact us for further information.