Showing posts with label wood solid door. Show all posts
Showing posts with label wood solid door. Show all posts

Thursday, 30 August 2012

Tips : Posisi Pintu Utama Rumah menurut Feng Shui

Apa itu Feng Shui?
Pertama-tama, anda perlu memahami bahwa seluruh metode dalam feng shui didasarkan pada kesadaran pada prinsip : Penempatan obyek di tempat yang tepat untuk harmoni dan keseimbangan diri Anda, alami dan universal. Dalam hal interior design, umumnya feng shui berpatokan pada naluri keindahan.
Ilmu Feng Shui didasarkan pada ilmu-ilmu lain seperti geografi, ekologi, meteorologi, astronomi, dan desain interior yang mengacu pada filosofi Cina seperti Taoisme, Buddhisme dan tradisi yang usianya sudah mencapai ribuan tahun.

Posisi Pintu Masuk Utama menurut Fengshui
Pintu masuk bangunan secara Feng Shui digambarkan seperti bagian mulut dalam tubuh manusia. Keberadaan mulut bagi tubuh sangat penting, karena menjadi tempat masuknya makanan yang menjadi sumber energi bagi tubuh.

Porsi besaran mulut terhadap tubuh pun secara Feng Shui harus seimbang. Jika mulut seseorang besar tetapi badan kecil maka tubuh akan terlihat aneh. Demikian sebaliknya, jika tubuh seseorang itu besar, mulut kecil juga tidak proposional.

Demikian pula halnya dengan pintu masuk terhadap bangunan. Sebaiknya pintu masuk memiliki porsi yang seimbang terhadap besaran rumah. Apabila bangunan berskala utama besar maka pintu masuk sebaiknya double & besarnya seimbang terhadap bangunan tersebut.

Apabila bangunan tidak terlalu besar, sebaiknya jangan memiliki pintu masuk utama yang terlalu besar/double dalam bangunan tersebut. Pintu single/tunggal lebih tepat untuk bangunan berskala kecil.

Untuk bangunan berskala sedang, boleh menggunakan pintu masuk utama double. Besarnya harus sesuai dengan lebar muka bangunan. Jangan menghadirkan pintu double yang tidak sama besar (kiri & kanan) akan jika menghadirkan pintu single dengan ukuran agak besar.

Berikut adalah tips-tips lain seputar pintu masuk utama bangunan:

1. Jangan memilih pintu utama rumah yang terhalang pohon

2. Pintu masuk utama sebaiknya menghadap muka/jalan supaya tidak menentang energi jalan didepan rumah serta tidak menghadap tembok.

3. Jika pintu depan dan pintu belakang sejajar, jangan biarkan kedua pintu itu terbuka pada waktu bersamaan.

4. Lebih baik untuk tidak menempatkan tangga menghadap pintu depan.

5. Tutuplah selalu penutup toilet dan kamar mandi.

TIPS : Memilih Jenis-jenis Pintu Berdasarkan Bahan Pembuatan

1. Pintu Aluminium 
Pintu jenis ini biasanya dilapisi dengan warna kesukaan anda. Sangat cocok untuk kebanyakan desain interior kontemporer. Pintu aluminium secara umum dibuat dari bahan kaca yang dibingkai aluminium.
  • Keunggulannya : tidak memerlukan perbaikan atau perawatan cat ulang.
  • Kekurangan : tidak bisa dilapisi lagi. Pastikan warna telah sesuai dengan selera anda bila anda membeli.
2. Pintu Kayu 
Pada umumnya pintu kayu terbuat dari bahan kayu solid alias padat. Namun, ada pula beberapa pintu yang dibuat dengan kepadatan medium fibreboard inti. Selain itu, ada juga yang dibuat dari bahan polyboard. Pilihan paling ringan adalah pintu yang menggunakan bahan inti honeycomb yang terbuat dari karton.
  • Keunggulan : sangat cocok untuk rumah yang bergaya klasik, abadi, rapi dan elegan. Penggunaan pintu kayu juga menimbulkan kesan hangat pada ruangan 
  • Kekurangan : hati-hati memilih pintu berbahan inti honeycomb yang kualitasnya buruk karena bisa mengurangi kekuatan dan kurang kedap suara. Pintu kayu butuh pemeliharaan rutin seperti sering dicat dan divernis.

3. Pintu Louvre
Pintu jenis ini mempunyai irisan-irisan horizontal yang dapat dibuka untuk aliran udara apabila menginginkan privasi dan keamanan.

  • Keunggulan : Tetap ada aliran udara bahkan bila pintu ditutup.
  • Kekurangan : lebih sulit dibersihkan, harus dipastikan bahwa pekerjaan mekaniknya halus, dapat menghalangi pemandangan.
4. Pintu Flush
Ini adalah pintu paling sederhana dari pintu-pintu yang ada. Ini karena permukaan pintu rata seluruhnya. Pintu flush biasanya digunakan untuk bagian dalam rumah dan dibuat dari fiberglass atau kayu.

  • Keunggulan : harga lebih murah.
  • Kerugian : permukaan tidak tembus cahaya, tanpa dekor, tidak cocok untuk pintu utama.
5. Pintu Rel
Gaya pintu yang lebih tua ini dibuat dari serpihan kayu atau kompresan kayu. Sebutannya tergantung pada komponen-komponennya. Untuk komponen vertikal disebut stiles dan komponen horizontal disebut rel.

  • Keunggulan : konstruksi padat dapat menghalang suara dan menahan suhu dalam ruangan serta paling cocok untuk desain federasi atau rumah bergaya country.
  • Kekurangan : kurang cocok untuk interior desain contemporer serta permukaan padat tidak tembus cahaya.
6. Pintu Swing 
Pintu swing atau lebih sering disebut pintu kupu-kupu adalah jenis paling umum, pintu dapat berputar satu putaran sudut, dan kadang-kadang digunakan sepasang seperti pintu-pintu ditempat minum kecil yang anda dapat temukan didapur.
  • Keunggulan : engsel lebih mudah dipasang dibanding dengan rel dan lebih mudah untuk dirawat, tidak perlu rel untuk bantalan pintu.
  • Kekurangan : butuh rungan mengayunkan pintu untuk membuka pintu, mungkin sukar untuk mendapatkan dengan posisi tempat pintu.
7. Pintu Geser
Pintu ini biasanya digunakan sebagai penghubung untuk menuju taman belakang. Pintu dorong yang padat dapat digunakan didalam rumah apabila ruang yang tersedia sangat terbatas dan tidak cukup untuk pintu satu sayap. Pintu geser juga sering dimanfaatkan untuk pintu kamar mandi. Pintu geser sering disebut pintu kantung karena digeser ke dalam kantung dibalik dinding ketika pintu dalam posisi dibuka.

  • Keunggulan : memerlukan ruangan yang lebih sedikit dibanding dengan pintu satu sayap biasa dan pintu dorong dapat disembunyikan, memberikan satu kesan yang bersih dan rapi.
  • Kekurangan : harus mempunyai struktur bantalan beban kuat diatas untuk menggantung, dapat dilepas dari rel pengaman dan rel pintu susah untuk dipasang.

Naskah di kutip dari : http://id.shvoong.com